Sejarah mendaki gunung atau berpetualang pada dasarnya sudah ada berabad-abad yang lalu, akan tetapi kegiatan tersebut dilakukan bukan hanya sebatas pengembangan hobi semata, petualangan yang dilakukan manusia pada jaman dahulu lebih merupakan tuntutan hidup yang mengharuskan mereka selalu melakukan penyesuaian diri dengan alam. Daerah dengan tanah yang subur merupakan tujuan utama dari petualangan yang mereka lakukan.
Seiring dengan perubahan jaman, kegiatan pendakian gunung dan petualangan alam bebas saat ini telah menjadi sebuah bidang olah raga yang cukup digemari oleh beberapa kalangan, dorongan untuk menjalani kegiatan petualangan alam terbuka menyebabkan para penggiatnya secara terus menerus berusaha melakukan perjalanan pada daerah-daerah tertentu yang belum pernah dijalani. Secara perseorangan motivasi mendaki gunung sangatlah beraneka ragam, mulai dari rasa ingin tahu, kebutuhan akan pengalaman baru, atau hanya sekedar mengagumi dan menikmati alam. Namun secara kelompok atau lembaga upaya peningkatan “Prestasi” merupakan motivasi utama dalam melakukan kegiatan pendakian gunung.
Selain meningkatkan prestasi di alam bebas, kegiatan pendakian gunung juga dapat melakukan pemetaan dan penelitian Ekosistem pada gunung yang akan didaki untuk memperoleh suatu data primer yang dapat digunakan oleh semua pihak yang berkaitan terhadap pelestarian lingkungan hidup. Bagi badan – badan Pemerintahan dan juga LSM yang bergerak dibidang Lingkungan hidup, data yang di peroleh dapat menunjang program kerja untuk kepentingan daerah dalam mewujudkan visi yang telah ditetapkan, yaitu “Green Aceh Vision”.
Maka dalam hal ini, Unit Kegiatan Mahasiswa METALIK Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala adalah sebuah lembaga kemahasiswaan secara umum bergerak dibidang llingkungan hidup yang sudah sangat berpengalaman dalam kegiatan pendakian gunung, sebahagian besar pegunungan dipulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan telah mampu dijelajahi dan dapat di identifikasi secara umum. Juga, berpartisipasi dan mendukung program yang tersebut diatas dengan melakukan aktivitas nyata dalam bentuk pemetaan Kawasan Ekosistem Flora dan Fauna pada kawasan “penyedia air” terhadap kelangsungan Ekosistem “hutan yang berperan sebagai paru-paru dunia”.
Dari hal tersebut diatas UKM PA-LH METALIK FE Unsyiah bermaksud mengadakan kegiatan pendakian dan penelitian, di Kawasan Pegunungan dan Puncak Singgah Mata (2814 Mdpl) yang terletak di Desa Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 8 s/d 24 Januari 2010.
DESKRIPSI PUNCAK Gunung Abong-Abong (2985mdpl)
Fenomena Puncak Gunung Abong-Abong.
Puncak Gunung Abong-Abong (2985 mdpl) adalah satu-satunya puncak Gunung yang terletak di dua kabupaten yaitu di kabupaten Aceh Tengah dan kabupaten Nagan Raya yang memiliki ekosistem hayati yang bervariasi dan memiliki curah hujan yang tinggi dan gunung ini termasuk dalam spesifikasi Stratovulkano.menurut data yang diperoleh dari peneliti Belanda pada tahun 1851 yang bernama v.v voolstjen. Bahwasanya Gunung Abong – Abong memiliki kadar epidermis Batu bara yang tinggi dan puncak serta pendukung counturenya yang jarang kelihatan membuatnya kesulitan menentukan bebatuan lainnya yang memiliki kadar logam sempurna. Dan juga, di gunung ini menurut voolstjen terdapat dua spesies hewan yang tidak dimiliki gunung lain, semisal ekosistem Leuser, yaitu gajah dan badak. Kedua spesies ini juga menjadi pendukung terjadinya proses “ rantai makanan sempurna “ pada kawasan ini, tanpa menyisihkan spesies kecil llainnya dalam peran berkompetisi pada ihwalnya. Ia juga mengisyaratkan pada peneliti llainnya, yang memakai acuan pertambangan agar menentukan juga kesulitan yang terjadi dan terbentuk oleh pergeseran alam.
Pada awal 1960an ditegaskan bahwa gunung Abong – abong ini tidak pernah ada pendaki yang telah menapaki kakinya pada puncak gunung ini, kecuali para pandaki Belanda yang membuat pilar puncak (triangulasi).
Pada tahun 2001, kawasan pegunungan Abong- abong diawali oleh penetapan pendukung kawasan ekosistem leuser sebagai “ penyedia air “ bagi “paru-paru dunia” tersebut.
Akibat adanya indikator seperti itu, kawasan gunung Abong-abong ini ditetapkan masuk kedalam Ekosistem Ulu Masen setelah adanya proses pengelompokan Spesies, Keanekaragaman Hayati, Kondisi Penyedia Air, Letak Geografis, dan Penetapan Keadaan Counturenya (Penelitian Khusus Bakosurtanal).
Suatu kebanggaan bagi kita memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah. Dan kita sebagai putra bangsa sudah seharusnyalah lebih mengenal dan mempelajari alam. Karena kita adalah putra Indonesia yang akan mewariskan kekayaan alam ini kepada anak cucu kita nantinya kelak. Semoga.
NAMA KEGIATAN
”EKSPEDISI TEAM PUTRI GUNUNG SINGAH MATA S.220 (SM 2814 MDPL)
2. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Memetakan Kawasan Populasi Badak dan Gajah Sumatera.
2. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia, 10 Januari.
3. Mendukung program Daerah Aceh,”Green Aceh Vision”.
4. Membentuk Peran aktif semua pihak, akan pentingnya.
BENTUK KEGIATAN
” EKSPEDISI TEAM PUTRI GUNUNG SINGAH MATA S.220 (SM 2814 MDPL) ”
Berupa pendakian dan pemetaan, terhadap populasi Badak dan Gajah Sumatera pada Kawasan Pegunungan Abong – abong, dengan menggunakan metode Manajemen Pendakian serta penggunaan perlengkapan pendakian yang memadai agar kiranya team ekspedisi mampu memperoleh data yang akurat serta efektivitasnya mampu mendukung hasil-hasil pemetaan dan penelitian sebelumnya.
WAKTU DAN LOKASI PELAKSANAAN KEGIATAN
Pendakian Puncak singah mata (SM) diawali dari Desa Gemboyah kecamatan Linge isak kabupaten Aceh Tengah. Menurut pembelajaran peta serta berbagai informasi yang telah kita dapatkan, perjalanan pendakian menuju puncak ditargetken dapat ditempuh dalam 10 hari pendakian, yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 14 Juli 2010.
TEAM PENDAKIAN
Peserta pendakian pada kegiatan “Penelusuran Jejak Gerilya pahlawan nasional ( Cut Nyak Dhien)”. adalah anggota tetap UKM METALIK Fakultas Ekonomi UNSYIAH yang terbagi menjadi Dua Team, dengan pembagian sebagai berikut :
Team Inti
Merupakan Team Ekspedisi yang telah dinyatakan lulus seleksi, menurut rencana berjumlah
Ketua Team : Rabuddin Mudawali.
Spesialisasi Pemetaan dan Navigasi : M. Reza Pahlevi.
Spesialisasi Perlengkapan : Marliah.
Spesialisasi logistik : Safriani Abdullah Merdu.
Spesialisasi P3K & umum : Susi Darmayanti.
Team Rambu : Eva Andriani.
Team PU : Suryadi.
Team Rambu : Juke Anan Rinaldi.
Merupakan orang yang direkrut dari daerah setempat yang rencananya terdiri dari Dua (2) orang, bertugas memantau jalannya ekspedisi yang selalu berkomunikasi dengan team inti secara berkesinambungan, agar selalu dapat memastikan posisi dan kondisi peserta pendakian dalam keadaan seperti yang telah direncanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar